Dirham Perak Berlaku di Pulau Penyengat

763

Pulau Penyengat, dapat dicapai dalam waktu sekitar 10 menit dari Tanjung Pinang, Pulau Bintan dengan mengendarai perahu mesin,   Pongpong.   Ini adalah pulau bersejarah. Di sanalah peninggalan Kesultanan Riau Lingga dapat ditemukan: Masjid Sultan yang cantik dan anggun, yang telah nampak dari Pulau Bintan, Istana Kantor, gudang mesiu, serta makam-makam para sultan dan bangsawan Melayu lainnya. Di antara mereka ada makan Raja Ali Haji, Pujangga Isatana yang masyhur demgan karyanya, Gurindam Dua Belas.

Tapi bepergian ke Pulau Penyengat bukan cuma buat wisata sejarah masa lampau. Ada yang spesial di situ. Koin perak, dirham perak, berlaku  di sejumlah kedai. Apalagi Sultan Bintan Darul Masyhur yang sekarang, Sultan Huzrin Hood, telah mencetak koin perak sejak 2015 lalu.

img-20160311-wa0022

“Kalau uang orang lain saja kita terima (maksudnya seperti dolar Sin atau ringgit Malaysia, red) diterima, masak uang warisan Nabi saw tidak?” Ujar bang Apoy, pemilik restoran ikan bakar paling terkenal di Penyengat.

Sudah beberapa lama ini Ikan Bakar Apoy selalu menerima pembayaran dengan dirham. Ikan bawal bakar yang cukup besar, misalnya, berharga 1 dirham perak.

Ada saja pembeli yang membayar dengan dirham. Selain orang Indonesia suka ada yang datang dari Singapura atau Malaysia. Bahkan pernah ada pembeli dari Inggris yang membayarnya dengan Dirham perak.

Selasa kemarin pengunjung dari Jakarta membelanjakan 2 dirhamnya untuk ikan bakar dan asam pedas bawal yang lezat.