Utang China Ditengarai Bakal Menyulut Krisis Global

1836

Tumbuhnya utang China dikhawatirkan makin tak terkendali, dan sewaktu-waktu meledak, menjadi sumber masalah ekonomi global. Charlene Chu, seorang analis China yang berpengaruh, membuat analisis yang bernada suram.

“Semua orang tahu ada masalah kredit di China, tapi saya menemukan bahwa orang sering melupakan skalanya. Ini penting ddalam konteks global,” kata Chu dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

Chu telah meramalkan bahwa pada akhir tahun, negara tersebut akan menumpuk  utang sebanyak $ AS 7,6 triliun,  yang semuanya berasa dari yang disebut hutang “buruk”.

Komentar tersebut muncul sehari setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa hutang China bisa menjadi penyebab krisis keuangan berikutnya karena putang menjadi tidak berkelanjutan.

“Pengalaman internasional menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit Chinatelah berada pada lintasan berbahaya, dengan meningkatnya risiko penyesuaian yang tiba-tiba  atau perlambatan pertumbuhan,” laporan IMF tersebut menyatakan.

IMF mengatakan China membutuhkan tiga kali lipat jumlah kredit tahun lalu untuk mencapai jumlah pertumbuhan yang sama seperti pada tahun 2008.  Sebuah laporan pada bulan Juni oleh Institute of International Finance (IIF) mengatakan bahwa total utang China melebihi 304 persen dari PDB per Mei tahun ini.

Selain itu, “rasio hutang terhadap PDB rumah tangga mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas 45 persen pada kuartal pertama 2017 – jauh di atas rata-rata pasar Emerging Market sekitar 35 persen,” kata IIF.

Sejak krisis keuangan 2008, China telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global. Negara ini telah berkontribusi pada lebih dari setengah kenaikan PDB dunia dalam beberapa tahun terakhir. Wajar, kalau terjadi masalah, seluruh dunia akan ikut mengalami akibatnya.