Membaca dan Memaknai Banjir dan Longsor di Sekitar Kita

533
  1. Selalu ada saat-saat baik untuk membaca, memahami, dan merenungkan Surat Al Zalzalah (Ayat 1-8). Menggali makna di balik peristiwa.
  2. ‘Apabila bumi telah diguncangkan dengan guncangan yang keras’.
  3. ‘Dan bumi telah mengeluarkan isinya’
  4. ‘Dan manusia berkata: “Mengapa jadi begini?’ [Banjir, gempa, longsor, badai, gunung meletus?]
  5. ‘Pada hari itu bumi menceritakan beritanya” [Ini loh akibat kamu korupsi, merusak alam, memakan riba, berbuat maksiat, dll]
  6. ‘Karena sungguh Tuhan telah memerintahkan kepadanya’ [Hancurkan kampung dan kota mereka, azab penduduknya, peringatkan atas perbuatan mereka]
  7. ‘Di hari itu manusia bangkit bermacam-macam, supaya melihat balasan atas perbuatan mereka itu’ [Renungkanlah!]
  8. ‘Perbuatan kebajikan sebesar zarah pun akan diberi balasan’ [Sadarlah, sibukkan dirimu dengan kebajikan, tegakkan yang halal, tinggalkan yang haram]
  9. ‘Dan siapa berbuat jahat sebesar zarah pun akan mendapat balasan.’ [Banjir, badai, longsong, gempa, hanya menuruti perintah-NYA]
  10. Begitulah tuips, peringatan, dan pelajaran, yang Allah berilan kepada kita dalam Surat Al Zalzalah. Galilah makna di balik peristiwa.
  11. Allah SWT bekerja di bumi ini, sesuai sunatullah-NYA, menggunakan ‘agen-agen’ yang ada bumi ini: topan, badai, air bah, gunung berapi, tanah longsor.
  12. Tidak ada keajaiban, sim salabim, semua menuruti perintah Allah SWT: kapan meletus, membanjir, mengeluarkan isi bumi, kapan dan di mana.
  13. Semua sebagai balasan atas perbuatan manusia, sebagaimana telah dijanjikan dan diperingatkan. Allah SWT tidak pernah inkar janji.
  14. Maka mengetahui skala richter, episentrum, teknik hujan buatan, dan sejenisnya, mungkin perlu, tapi tidak terlalu penting.
  15. Yang lebih penting adalah mawas diri, muhasabah, merenung: perbuatan jahat apa yg kita lakukan. Ingkar dan maksiyat apa yg kita biarkan.
  16. Kita tiru sikap Khalifah Umar ibn Khattab saat terjadi empa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, “Wahai Manusia, apa ini?…”
  17. “Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!”
  18. Itulah yang harus dilakukan oleh kaum beriman, gunakan qalbu, jauhkan opini dan nafsu sendiri. Allah Maha Mengetahi dan Adil.
  19. Tidak ada satu pun peristiwa yang lepas dari Kekuasaan dan Rahmat Allah SWT. Semuanya adalah wujud keduanya. Kembalilah kepada NYA.
  20. Sekian

Banjir garut