Mengatasi Riba sebagai Gerakan Sosial

1159

Riba telah menjadi sistem. Karenanya bahkan mereka yang menolak riba pun telah terlibat di dalamnya. Ini perubahan besar dari keadaan ketika riba masih sekadar menjadi penyimpangan sosial. Ketika sang penyimpang ditindak, selesai persoalan.

Hari ini sistem itu sendiri adalah penyimpangan. Maka, solusinya tidak bisa individual, melainkan sosial. Riba hanya bisa diatasai melalui gerakan sosial.

Namun, gerakan sosial tetap memerlukan individu-individu yang berada di barisan depan.  Para pelopor. Para aktivis. Dan itu bisa Anda sendiri orangnya, memeloporinya di depan.

Mari selalulah ingat bahwa berjuta-juta umat, bahkan bermilyar umat, di seluruh muka bumi ini, berada di belakang Anda, para peolopor.

Anda semualah para pemimpin, yang ada di barisan depan. Terentaskan tidaknya umat ini dari sistem yang menindas ini, dari kezaliman segelintir pencipta dan pelestari sistem riba, para bankir ini, ada di tangan Anda semua.

La haula wala quwwata illa billah adalah modal kita. Sebab kita tidak sedang melawan siapa-siapa, termasuk para bankir dengan sistem ribanya ini. Sebab riba adalah batil. Allah SWT sudah menyatakan perang atasnya. Riba pasti musnah.

Dan tdak ada kekuatan selain milik Allah SWT. Kita hanya sekadar menjalankan perintah-Nya, tetapi kekuatan itu dari Allah SWT.

Apa artinya?

Kalau kita tidak menjalankannya tidak akan terjadi apa-apa. Tetapi saat Anda semua menjalankannya, kekuatan Allah SWT akan bersama Anda semua.

Jangan sia-siakan kesempatan terbaik bagi orang-orang terbaik ini. Allah SWT telah memilih Anda semua berada di barisan depan dalam memerangi riba ini.

Mari berbuat lebih banyak, bekerja lebih keras, sampai berjuta orang mengikuti jejak Anda bermuamalah dengan Dinar dan Dirham, menegakkan pasar-pasar, menjalan syirkat dan qirad. Ringkasnya menghidupkan kembali muamalah.  Sampai riba musnah, dan sedekah tumbuh subur, sebagaimana Allah janjikan kepada kita.

Ketika saat itu tiba, ketika banyak manusia berbondong-bondong, kembali kepada Allah SWT dan Rasulnya, menegakkan syariat Islam, saat itulah, seperti firman Allah SWT, kita bisa bertasbih dan bertaubat.

Hari ini, kita BELUM bisa bertasbih, BELUM bisa mengagungkan Allah SWT, dan BELUM BISA bertaubat, karena masih sangat sedikit manusia menegakkan syariat. Pertolongan Allah BELUM datang. Kemenangan BELUM Allah berikan kepada kita, karena perbuatan kita sendiri.

Karena kita BELUM menegakkan muamalat, BELUM menghadirkan yang haq. Karena kita BELUM berbuat banyak, kita BELUM diikuti oleh manusia yang berbondong-bondong di belakang kita.

Mari bersama-sama menjalankannya. Menjadikannya sebagai gerakan sosial. Tidak melalui demo atau turun di jalan, melainkan melalui amal perbuatan.

Astaghfirullahaladhim wa atubu ilaih.