Moskow dan Teheran Akan Campakkan Dolar AS

617

Dua sekutu, Moskow dan Teheran, nampaknya sudah semakin kuat hendak meninggalkan dolar AS. Para pejabat di dua negara ini sedang aktif bekerja untuk membuka  bank khusus dengan rencana untuk melaksanakan transaksi  dalam mata uang nasional. Ini, khususnya terkait dengan perdagangan minyak mentah, meski akan mencakup semua perdagangan yang lain juga.

“Saat ini, semua operasi perbankan Russia dan Iran harus dilakukan dalam dolar atau euro. Ini sangat merepotkan. Karena semua operasi dikendalikan oleh Entah Uni Eropa atau bank sentral AS” kata Presiden Russia-Iran Friendship Society Bahram Amirahmadiyan.

Dia menambahkan dengan kerjasama ini Russia bisa mendapatkan keuntungan dari masuknya bank ke pasar Iran, yang akan memungkinkan perusahaan Iran untuk membeli barang-barang Russia dalam rubel. Sebaliknya bagi riyal Iran, terbuka baginya pasar di Russia.

Perdagangan bilateral antara Russia dan Iran saat ini bernilai sekitar 5 triliun dolar AS, dan sebagaian masihharus melalui perantara seperti Siprus atau Uni Emirat Arab. Dan semua transaksi dalam dolar AS atau euro.

bank Iran

Dengan rencana penggabungan bank Iran dan Russia, dan perdagangan dalam mata uang nasional, rubel dan riyal, ditambah upaya China, untuk terus mengurangi dolar AS, nasib dolar AS nampak makin tidak pasti. Dan ketika dolar AS runtuh, kebanyakan mata uang kertas lain akan terimbas, karena cadangan devisa terbesar di dunia ini berupa dolar AS.