Muamalah Menyucikanmu dari Riba

450
  1. Uang kertas dan bank itu seperti ikan dan airnya. Tidak bisa dipisahkan. Ini kehidupan Riba. Saat ini kita juga yang menyuburkannya.
  2. Allah SWT mengharamkan, bahkan memerangi, Riba. Kita tidak punya pilihan, harus mentaatinya. Dosa riba setara 36x berzina.
  3. Untuk bisa bebas dari Riba, kita tidak bisa sekadar anti: antiuang kertas, antibank. Kita harus mengubah perilaku kita.
  4. Kita nyatakan dalam diri: bank adalah Riba, haram, saya harus meninggalkannya. Lalu berbuat atas sikap tersebut.
  5. Kita berbuat menegakkan yang halal, yaitu pengganti bank dan uang kertas. Gunakan Dnar dan Dirham, dalam perdagangan, sedelah, dll.
  6. Tentu tidak bisa seperti membalik tangan. Bertahap, sedikit demi sedikit, masih campur dengan kertas. Tapi mulai berubah.
  7. Sebab, tanpa berubah, dan kita hanya mengecam Riba, mengecam bank, tanpa menegakkan yang halal, tetaplah tergantung dan pakai bank dan uang kertas.
  8. Akhirnya jalan yang ditempuh adalah mengislamkan kapitalisme. Hasilnya sekadar embel-embel Islam, atau syariah, di belakang kapitalisme.
  9. Di sana ada bank, kita buat bank syariah. Di sana ada asuransi, kita buat asuransi syariah. Pasar saham, pasar saham syariah. Dst
  10. Tidak ada yang berubah pada isinya. Substansinya sama. Cuma botolnya berubah. Bahkan hanya labelnya.
  11. Prosedur dan akadnya saja dikuatik-katik, dipermak, yang menjadikan riba yang haram seolah jadi halal. Riba lewat pintu belakang.
  12. Maka, sekali lagi, untuk keluar dari sistem Riba ini ada dua hal yang harus kita lakukan. Jelas bukan dengan mensyariahkan kapitalisme.
  13. Pertama, ubah perilaku kita, tinggalkan bank, dan segala produknya, terutama mulai dengan kurangi uang kertas. Ganti dengan Dinar dan Dirham.
  14. Kedua, ubah lingkungan kita, sehingga kita bisa tidak perlu bank dan uang kertas. Mulai dengan Dinar dan Dirham itu.
  15. Penggunaan Dinar Dirham tentu tidak serta merta. DnD tidak cocok dengan lingkungan ribawi saat ini. Kita hrs ciptakan habitatnya sendiri.
  16. Habitat DnD adalah perdagangan riil, bukan ekonomi spekulatif ribawi. Maka perlu para pedagang yang menerima pembayaran dengan DnD.
  17. Mulai dari diri kita sendiri. Mikiki, dan transaksilkan DnD, dalam kita jual beli. Perbesar komunitas pengguna Dinar Dirham yang sudah ada ini.
  18. Habitat utama DnD adalah pada zakat. Zakat hanya sah dibayar dengan ayn, dengan komoditi yang ditetapkan, tdak bisa dengan kertas.
  19. Zakat hewan dibayar dengan hewan. Zakat tanaman dibayar dengan tanaman. Zakat uang dibayar dengan dinar emas atau dirham perak.
  20. Selanjutnya, bertahap, harus dibuat sarana dan prasarana yang memudahkan transaksi: transfer, jasa pembayara, dan
  21. Pasar-pasar diselenggarakan di mana kita semua bisa jual beli dengan DnD. Ini sudah dirintis melalui Pasar Muamalah
  22. Secara individual, kita semua, Anda dan saya, bisa terus memperluas penggunaan DnD. Buat sedekah, kado, jual beli yang kita bisa.
  23. Kita tidak boleh menunggu, mengandalkan orang lain, bersikap: ‘nanti aja kalau udah lazim, baru saya ikut pakai.’ Jadilah pelopor.
  24. Justru Andalah, ketika belum banyak yang mengerti dan menjalankan, menjadi garis depan. Memulai, mengajak, memperbesar.
  25. Pahamilah betapa besarnya keberkahan dalam menegakkan muamalah yang halal ini. Hasilnya buat semiua orang bisa mendapat yang halal.
  26. Menegakkan muamalah itu melebihi wudhu. Secara ruhaniah merupakan pembersihan dan penyucian, hingga semua jadi halal.
  27. Tanpa wudhu kita tak bisa shalat. Wudhu membersihkan kotoran dan najis. Menyucikan anggota tubuh kita. Baru salat. Baru sah salatnya.
  28. Nah, ini ada najis yang lebih besar, lebih luas dan mndasar, yaitu Riba. Makanan kita ada riba. Baju kita ada riba. Sajadah kita ada Riba.
  29. Nah, biar kita sudah wudhu, anngota tubuh sudah suci, tapi SEMUAnya yang lain, masih najis karena Riba. Akankan shalat kita diterima?
  30. Wahai Muslim! Pahamilah seriusnya riba ini. Tidak lagi bisa tinggal diam. Sucikan lingkunganmu. Bersihkan Riba. Tegakkan muamalat.
  31. Mari kita lakukan bersama. Dinar Dirham sudah ada. Gunakan. Sirkulasikan. Agar perdagangan tumbuh. Agar zakat sesuai syariat.
  32. #Sekian

pasar-14-agustus3