Muslim Rusia Ajukan Dua Id sebagai Libur Nasional

381

Yury Kurbanov, seorang aktivis Muslim telah mengajukan permohonan  kepada Presiden dan Perdana menteri  Rusia agar menjadikan dua Id, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai hari libur nasional Rusia. Ia menyatakan jika perayaan nasional Natal telah menjadi hari libur, maka penolakan penetapan dua Id sebagai hari libur nasional adalah sebentuk diskriminasi.

Dalam permohonanya  tersebut, ia mengatakan bertindak “atas nama semua Muslim Rusia” yang, menurut pendapatnya, saat ini telah mencapai 20 persen dari populasi Rusia.  Kurbanov ingin pihak berwenang untuk menambahkan dua hari libur Muslim utama – Idul Adha dan Idul Fitri –  ke daftar federal hari libur nasional,  agar Muslim dapat sepenuhnya mendedikasikan diri dalam perayaan hari raya yang diperlukan oleh agama mereka.

Saat ini Idul Fitri dan Idul Adha telah dinyatakan sebagai hari libur nasional di berbagai wilayah bekas Uni Soviet lainnya, seperti Krimea, Bashkortostan, Adygeya, Dagestan, Ingushetia, Chechnya dan Kabardino-Balkariya. Demikian juga di republik dengan mayoritas beragama Buddha dari Buryatia dan Kalmykia memiliki hari libur pada Tahun Baru Budha.

Muslim rusia

Ini bukan pertama kalinya perwakilan dari komunitas Muslim Rusia berusaha mencari pengakuan liburan mereka pada tingkat negara federal. Pada tahun 2008, permintaan serupa dilakukan oleh kepala Asosiasi Budaya Muslim, Mukhamed Salyakhetdinov, dan pada tahun 2011, oleh Kepala Republik Bashkiria, Rustem Khamitov. Namun, sampai hari ini, pengakuan belum diberikan.

Demikian dilaporkan oleh RT.com.