Ngibulnya ‘Bank Shori’ah’

519

1. Sekitar setahun lalu,  terbetik  sebuah berita ‘Pemerintah Mau Mendirikan Bank Syariah Terbesar di Dunia.’ Ini perlu dikritisi, sebab bank syariah itu pengelabuan.

2. Pihak bank sendiri sebenarnya mengaku, tidak pernah menyatakan sesuai syariah, tapi ‘sesuai prinsip-prinsip syariah.’ Masyarakat terkelabui.

3. ‘Sesuai syariah’ dan ‘sesuai prinsip syariah’ itu bukan saja tidak sama, melainkan bisa bertentangan, seperti  hitam dan putih.

4. Ibadah, juga muamalah, yang diatur syariat itu merupakan tindakan dengan dasar aturan dan tata cara tertentu. Bukan sekadar ‘prinsip2’.

5. Puasa, sholat, zakat, dan haji, ada turan/hukumnya, dan ada prosedur dan prakteknya, yang sesuai hukum tersebut.

6. Tidak bisa sholat diubah menjadi prinsip sholat, misalnya, sebagai ‘dzikrullah’. Maka cukup ‘eling saja, tanpa wudhu, takbir sampai salam.

7. Begitu juga muamalah: mudharabah, shirkat, murabahah, wadi’ah, dsb, itu ada hukumnya ada prosedurnya yang harus sesuai. Bukan ‘prinsip’

8. Nah, coba tengok kata para bankir syariah,mereka juga jujur kok, seperti dengan mengatakan sesuai ‘prinsip’ dan bukan ‘syariah’, pada produk-produknya.

9. Murabahah, misalnya, yang merupakan praktek jual beli dengan aturan dan prosedur ttt, jadi ‘pembiayaan dg prinsip jual beli’. Beda kan?

10. ‘Mudharabah’ yg merupkn kerjasama usaha perdagangan, jg dg prosedur ttt, jadi ‘pembiayaan dengan prinsip mudharabah’. Nah, beda juga kan?

10. Pun ‘shirkat’ yang merupkn perkongsian usaha produksi menjadi ‘pembiayaan dengan prinsip shirkat’. Nah, lain sama sekali kan? Dst…

11. Jadi, tuips, produk bank syariah itu pada dasarnya cuma satu: pembiayaan. Dan itu adalah kamuflase dari kata ‘kredit’, utang/pinjaman.

12. Pembiayan, utang, kredit dari bank, ya pasti melibatkan bunga. Nah, ini yang ‘disembunyikan’ oleh bank syariah via prosedur yg diutak-atik

13. Dengan memanipulasi akad, di balik istilah-istikah muamalah di atas, bunga disebut ‘bagi hasil’, kadang sebagai ‘biaya admin’, ongkos titip,  dsb

14. ‘Margin’ atau ‘keuntungan’ adalah istilah lain yang paling umum dipakai bank syariah, untuk menyembunyikan bunga tersebut.

15. Cara mereka menentukan ‘margin’, ‘ongkos’, dan ‘bagi hasil’, pun tidak berdasarkan itungan dagang, tapi dengan dasar ‘pasar uang’.

16. Pasar uang atau ‘cost of money’, bunga istilah populernya, dihitung berdasarkan LIBOR. Ini ditentukan beberapa bank internasional.

17. Bisa dilihat juga pada program akuntansi bank syariah dengan bank biasa ini ya sama saja, hanya istilah-istilah di atas saja yang diganti.

18. Secara kasat mata juga dicampur kan. Kantor sama, mesin ATMnya sama, duitnya ya sama, bank sentralnya sama. Sama hampir semuanya!

19. Jadi yang beda apanya? Ya, cuma warnanya saja, biru atau merah, atau kuning yang biasa, jadi hijau yang  versi syariahnya.

20. Jadi tuips bank syariah itu lebih cocok disebut sbg ‘bank shori’ah’! Sepenuhnya bertentangan dengan syariat. Sepenuhnya NGIBUL! End

definisi-murabahah-dan-mudharobah-di-bank-syariah