Paul Krugman: “Indonesia Rentan Krisis Finansial 2018”

1252

Image result for PaulKRugmanSistem kapitalisme ribawi terbukti selalu mengalami boom and bust,  menggelembung dan terkapar,  dan bergerak secepat  seperti roller coaster.  Dalam beberapa dekade telah diketahui pola siklus kriris sepuluh tahunan.  Tak heran, belakangan ini, banyak pengamat dan pelaku yang meramalkan Krsisi Finansial 2018 akan  segera tiba. Ini dikatakan termasuk oleh George Soros dan Paul Krugman.

Bila kita tarik satu dasawarsa ke belakang, pada  2008,  kita menyaksikan “Krisis Kredit Properti” di Amerika Serikat. Sepuluh tahun sebelumnya, 1998, kita mengalami “Krisis Moneter” di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sepuluh tahun sebelumnya lagi, sekitar 1986-88, “Krisis Keuangan” telah melanda wilayah Amerika Latin.  Akankah 2018 datang siklus bagi krisis finansial berikut?

Tentu tidak ada yang bisa memastikan waktu datangnya krisis tersebut. Tapi, saat krisis itu kembali datang, pastilah lebih besar dan dahsyat dari krisis-krisis sebelumnya. Karena itu, penting bagi kita untuk memahaminya, dan mengambil tindakan untuk menghindarinya. Apalagi para pelakunya sendiri, macam George Soros, atau pengamat pemenang Nobel Paul Krugman, telah memperingatkan.

Secara lebih “ilmiah”, ada peringatan dini dari James Rickards, seorang ekonom dan penulis beberapa buku best seller, di antaranya yang baru-baru ini saja terbit yang berjudul The Road to Ruin: The Global Elites’ Secret Plan for the Next Financial Crisis (2016) mengatakan: “Bersiaplah untuk terjadinya badai krisis keuangan pada 2018!”

Rickards, yang juga menulis buku Currency War,  menyatakan bahwa sejak tahun 2014, lembaga moneter internasional telah mengeluarkan peringatan kepada sekelompok kecil menteri keuangan, bank, dan pengelola dana-dana ekuitas swasta: pilihan kebijakan  pemerintah AS untuk tidak menuntut JP Morgan dan sejenisnya, yang telah banyak menimbulkan krisis keuangan di masa lalu, dan memompa ekonomi dengan pencetakan uang baru sampai  dengan 4 triliun dolar AS, serta injeksi kredit berlebihan,  telah mendorong  keadaan ke ujung tanduk,  menuju ke tebing  jurang.

Rickards menunjukkan dengan dasar riset yang teliti bahwa  pemerintah di seluruh dunia tidak segan-segan untuk bersekongkol melawan warga negara mereka sendiri. Mereka akan menimbun aset nyata ketika bursa saham ditutup, ATM ditutup, dana pasar uang dibekukan, manajer aset diperintahkan untuk tidak menjual sekuritas, bank-bank mengenakan suku bunga negatif, dan menolak penarikan tunai.

“Saya memperkirakan keruntuhan finansial akan terjadi pada 2018, tapi bisa juga terjadi besok pagi… dan kalau ini terjadi maka akan jauh lebih dahsyat dari krisis-krisis sebelumnya,“ ujar Rickards.

Akankah Indonesia mendapatkan imbasnya, bila Krisis 2018 terjadi?

Itulah salah satu butir pokok yang dikatakan oleh Paul Krugman. Ada negara-negara yang sangat rentan, salah satunya Indonesia! Krugman mengatakan, : ”Ekonomi yang bergantung pada dolar dan mata uang asing lainnya untuk membiayai defisit perdagangan mereka – Filipina, India dan Indonesia sangat menonjol – memiliki mata uang berkinerja terburuk di Asia tahun ini. Mereka yang memiliki tingkat tertinggi kepemilikan asing atas obligasi pemerintah bisa menjadi yang paling rentan terhadap arus keluar modal, termasuk Afrika Selatan, Indonesia dan Rusia.”

Jadi bersiaplah! Antara lain segera mulai miliki dan guynakan dinar emas dan dirham perak, untukmengamankan harta Anda.