Ribuan Pekerja China Di-PHK di Negerinya, Serbu Negeri Orang

538

Negeri China, seperti hal negara-negara lain, juga dirundung masalah ekonomi. Sakah satu akibatnya adalah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Maka bersamaan dengan mengalirnya modal China ke banyak negara, disertai dengan eksodus penduduknya, menyerbu negara di lima benua, mencari penghidupan.

Sejumlah raksasa industri  mem-PHK  puluhan ribu karyawan secara nasional, yang semakin tahun semakin besarnya jumlahnya dalam dasawarsa terakhir.  Perusahaan baja milik negara Shougang Group melepaskan 16.000 karyawan, sekitar 20% dari pekerja, sampai akhir tahun 2016 ini.  Industri menawarkan paket pensiun dini di pabrik utama di Hebei dan provinsi lainnya. Perusahaan memangkas produksi baja mentah sebesar 10% pada tahun 2015 dan berencana penurunan besar lain tahun ini.

Sektor energi China juga  mengalami kecenderungan yang sama, karena pendapatan lamban telah memaksa perusahaan untuk menghentikan operasi pabrik dan melikuidasi anak perusahaan. Daqing Oilfield, yang dimiliki oleh titan pemerintah China National Petroleum Corp, atau CNPC, sedang mempertimbangkan merumahkan 20% – 50.000 – karyawannya. Ppenambang batubara Heilongjiang Longmay Mining Holding Group berencana untuk melepaskan puluhan ribu pekerja.

Secara umum industri China saat ini mengalami kelebihan kapasitas, 30-40% dari permintaan pasar. Akibat krisis moneter 2008, sampai hari ini, terus menderu industri China. Di tengah kritik global atas kelebihan pasokan Cina yang telah merusak kondisi pasar di seluruh dunia, Presiden Xi Jinping mendorong lebih keras untuk penyesuaian struktural dalam industri yang  bermasalah. Salah satunya adalah PHK besar-besaran!

Pekerja Tambang Batubara China
Pekerja Tambang Batubara China

Selain itu jug apemotongan gaji besar-besaran. Karyawan di pabrik batubara Heilongjiang Longmay sekarang hanya mendapatkan 1.000 yuan per bulan, sepersepuluh atau kurang dari angka tertinggi gaji yang pernah dibayarkan. Lebih buruk lagi, semakin banyak pekerja yang tidak dibayar sama sekali. Maka, solusinya, antara lain eksodus besar-besaran.

Nampaknya, salah satu tujuan mereka, tak lain Indonesia. Ini terlihat dari gelombang pekerja China yang menyeruak di berbagai industri tanah air.