Pemerintah Jokowi-JK Bebani Orang Miskin dengan Utang Rp 133 ribu/orang/bulan!

414

Selama 22 bulan Presiden Jokowi berkuasa, pemerintahannya telah berhasil mencetak utang sebanyak Rp. 732,366 triliun. Utang pemerintah tersebut bersumber dari dalam negeri sebanyak Rp. 384,617 triliun (sampai Agustus 2016) dan bersumber dari luar negeri sebanyak Rp. 347,749 triliun (sampai kwartal II 2016).  Dengan demikian setiap orang Indonesia selama 22 bulan pemerintahan Jokowi ini telah dibebani tambahan hutang sebesar Rp. 2,929 juta per kapita.

“Berarti setiap orang miskin di Indonesia yang rata-rata pendapatan per bulannya Rp 415 ribu dibebani tambahan hutang sebanyak Rp 133,15 ribu/bulan,” ini ungkap   Salamuddin Daeng, peneliti di  Pusat Kajian Ekonomi Politik, Universitas Bung Karno, Jakarta.

Dengan demikian Presiden Jokowi setiap bulan meciptakan utang rata rata Rp. 33,289 triliun (belum termasuk utang luar negeri pemerintah sepanjang Juli-September 2016). Ini luar biasa hebat. Menurut Salamudin prestasi Presiden Jokowi ini mengalahkan seluruh presiden mana pun di Asia Tenggara.

jokowi-kharisma

Padahal pada saat yang sama pemerintah gembar-embor tentang capaian Tax Amnesty. Menurut keterangan resmi pemerintah harta yang sudah masuk dalam Tax Amnesty sudah mencapai Rp. 1000 triliun. Ini adalah angka yang besar, dunia bahkan bergetar.

“Kalau sudah berburu dan dapat uang haram dari Tax Amnesty, mengapa pemerintah masih berburu utang?  Sejak program Tax Amnesty diberlakukan antara bulan Juli – Agustus 2016 tambahan utang pemerintah yang bersumber dari surat utang negara (SUN) mencapai Rp. 59,071 triliun. Katanya pajak melimpah kok nambah utang gila gilaan?” Salamudin mempertanyakan.

Untuk memenuhi hasrat bagi bagi mega proyek infrastruktur, pemerintah Jokowi –JK memang terus berburu uang. Tampaknya langkah ini diambil karena keadaan ekonomi sedang memburuk. Pemerintah memandang satu satunya cara untuk mendapat uang dalam jumlah banyak adalah dengan menumpuk utang.

Tak peduli apa akibatnya bagi rakyat banyak!