Pengenalan Muamalah Bagi Masyarakat Tanjungpura

413

Pengenalan Muamalah Bagi Masyarakat Tanjungpura 2Sedikit banyak masyarakat di Kalimantan Barat telah mengenali kembali bermuamalah dengan Dinar dan Dirham. Beberapa waktu lalu di Pontianak pernah dibagikan zakat mal dan diadakan Pasar Muamalah, dengan Dirham sebagai alat bayarnya. Di Kota Sambas telah ada wakala yang mengedarkan koin syariah ini. Sebuah pertemuan khusus dengan sejumlah sultan se Kalimantan Barat juga pernah diadakan di Pontianak untuk membahasnya. Bahkan, jauh hari sebelumnya, pada awal tahun 2000an, Silaknas ICMI yang berlangsung di Pontianak menga mbil tema penggunaan kembali Dinar dan Dirham.

Kini upaya menegakkan kembali syariat muamalah di Kalimantan Barat meluas ke Kota Ketapang. Hal ini atas inisiatif dan upaya Bpk Muhammad Yasir Anshari, aktivis dan pemuka masyarakat dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABD) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dengan dukungan dari Amirat Indonesia, Pak Yasir telah ditunjuk menjadi amil zakat, dan telah membagikan zakat sebanyak 50 Dirham, di Kota Ketapang.

Pengenalan Muamalah Bagi Masyarakat Tanjungpura 2Berkaitan dengan itu, pada hari Rabu, 20 Januari 2016 yang baru lalu, Pak Yasir juga menyelenggarakan sarasehan bersama masyarakat Ketapang, memberikan penjelasan dan mendiskusikan sunnah muamalah, pentingnya penegakkan rukun zakat dengan Dinar dan Dirham, serta pasar Islam.

“Kami ingin segera menegakkan sunah pasar, dengan ikut menyelenggarakan pasar terbuka yang bebas sewa dan bebas pajak,” ujar Pak Yasir.

Di Kalimantan Barat di masa lalu syariat Islam tegak di tengah masyarakat di bawah perlindungan para sultan. Wajar, aspirasi untuk kembali kepada syariat Islam, tidak pernah mati di kalangan Muslim di Kalimantan BaraT. “Ini adalah bagian dari paya menegakkan kembali Dienul Islam di Tanah Tanjungpura,” kata Pak Yasir lagi.

Sarasehan dan pembagian zakat mal di Ketapang, malam itu, hanyalah pembuka pintu. Kegiatan akan terus berlanjut dengan lebih luas dan beragam.