Perang Melawan Tunai Meluas. Kertas 100 Dolar Australia Akan Dinyatakan Tak Laku.

896
  1. Para bankir di Australia tampaknya akan mengikuti segera  jejak  rekan mereka di  Venezuela dan India dengan menghapuskan uang kertas  berdenominasi  tertinggi. Dalam hal ini 100 dolar Australia akan segera dinyatakan tidak laku.   Alasannya, sama saja, untuk mengurangi  dan menindak “ekonomi hitam”.   Alasan sesungguhnya, tentu saja, meningkatkan kontrol atas warga melalui penguasaan harta mereka secara digital. Dan, dengan itu, memudahkan pengejaran pajak.

Berbicara kepada radio ABC, Rabu,  Menteri  Keuangan dan Pajak,   Kelly O’Dwyer,   mengatakan  kertas “bernilai” $ 100 akan dinyatakan tak laku, guna membatasi  pembayaran tunai. Konon, perekonomian illegal versi bankir itu, mencapai 1,5 persen PDB Australia.

australian-100-dollar-note-war-on-cash

O’Dwyer mengatakan kepada ABC akibat ekonomi  gelap itu tidak hanya pendapatan pajak yang hilang, tapi sumber pembiayaan untuk sekolah dan rumah sakit, jadi berkurang.

Saat ini jumlah uang kertas 100 dolar Australia luas beredar, mencapai 300 juta dolar Australia. Bersama kertas 50 dolar Aus mencakup 92 persen dari uang beredar.

Baru-baru ini bankir India menyatakan uang 500 dan 1000 rupee tidak laku. Akibatnya timbul kekacauan dan kepanikan di masyarakat.

Jadi, semakin jelaslah arah para bankir di seluruh dunia ini. Hendak mengendalikan warga sepenuhnya. Karena itu umat Islam harus mulai menyadarinya dan mulai meninggalkan perbankan dan uang fiat. Mulai gunakan Dinar dan Dirham. Sesedikit apa pun, sebagai persiapan, dan pembiasaan.

Allah SWT telah menyatakan perang melawan Riba. Kita sekadar mentaatinya saja.