Tahap Lanjut Sistem Riba, Perang Terhadap Tunai

1159

Dengan slogan “Masyarakat Tanpa Tunai” (Cashless Society) para bankir telah memasuki tahap lanjut memerangi perdagangan dan transaksi riil. Bersamaan dengan itu digitalisasi alat tukar semakin luas. Penerapan “Kartu Pintar”, perlahan tapi pasti, dipaksakan untuk menggantikan uang kertas. Di Jakarta, penggunaan bus umum, sampai parkir, telah dipaksakan untuk menggunakan “Kartu Jakarta”.

Seperti biasa dalam menjalankan misinya para bankir memperalat para politisi (baca: pemerintah) mengeluarkan aturan-aturan yang makin mengurangi kebebasan warga. Transaksi besar secara tunai semakin dipersempit, di beberapa negara bahkan dilarang. Di Spanyol bertransaksi tunai lebih dari 2500 euro adalah kriminal. Di Italia dan Perancis bahkan lebih kecil lagi, pada jumlah  di atas 1000 euro, warga hanya bisa melakukannya melalui bank, dan itu artinya secara elektronik.

Jangan lupa di negeri ini pun sudah dimulai, dengan adanya  larangan transaksi tunai di atas Rp 100 juta.

E MoneySaat ini para bankir bertindak lebih jauh lagi. Melalui tangan pemerintah mereka menyatakan uang-uang kertas dalam satuan besar tidak berlaku. Ini yang berlaku di India pekan lalu, dan sampai hari ini menimbulkan kekacauan, ketika uang 500 rupee dan 1000 rupee dinyatakan tidak berlaku.

Di Eropa wacana semakin kuat untuk menarik uang 500 euro. Di AS pun uang 100 dolar AS telah diwacanakan untuk tidak diberlakukan lagi.

Alasan yang dipakai para rentenir untuk melakukannya, tentu saja, kedengaran demi kepentingan bersama: mencegah ekonomi ilegal, pencucian uang, sogok-menyogok, dan sejenisnya.

Yang pasti dengan pelarangan transaksi tunai kendali bankir terhadap masyarakat semakin total.  Dengan digitalisasi di satu sisi, dan dihapuskannya uang kertas bernilai besar, rakyat tak punya pilihan lain, hanya menyimpan uangnya di bank.  Para bankir semakin berkuasa. Pemajakan juga akan semakin luas dan efektif. Pemerintah, sebagai alat para bankir, makin efektif dan efisien dalam memeras rakyat.

Inilah satu bentuk “Big Brotherisme” yang dinujumkan oleh Geroge Orwell sejak lama, dalam novelnya 1984.

Para bankir telah memulai peperangan besar terhadap perdagangan, tapi Allah SWT telah lama menyatakan perang atas Riba. Siapa yang akan memenangkannya?