PM Jepang Shinso Abe: Krisis Keuangan Global Telah Membayangi!

280

Pekan ini berlangsung Konperensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (G-7) untuk membahas berbagai keadaan perekonomian negara berkembang. Perlu dikethaui umum, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, tuan rumah KTT, menyatakan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan saat ini.

Kamis 26 Mei 2016 kemarin PM Abe mempresentasikan data yang menunjukkan bahwa ekonomi global tengah menuju untuk mengulangi krisis keuangan global yang terjadi tahun 2008. Abe menunjukkan grafik yang menandakan penurunan 55% harga komoditas global antara Juni 2014 dan Januari 2016. Dia membandingkan kesamaan kecenderungan menurunnya harga komoditas yang terjadi antara Juli 2008 dan Februari 2009, saat menjelang krisis besar terjadi saat itu.

Kita ingat pada 2008 krisis diikuti dengan kebangkrutan Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman kemudian memicu krisis keuangan global saat itu. Dan, dampaknya, belum sepenuhnya berakhir saat ini. Para pimpinan G-7 sepakat bahwa mereka harus segera melakukan dinamisasi ekonomi, dengan belanja lebih fleksibel, untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Pertanyannya adalah: apa yang dimaksud dengan “belanja fleksibel”? Apakah berarti utang lebih banyak kepada perbankan? Dan itu berarti peningkatan beban utang, dan pajak, kepada rakyat secara lebih banyak? Dan penggerusan sumber day alam lebihbanyak lagi?

Grafik Shinzo Abe

Demikianlah sistem politik dan ekonomi  yang dilandasi oleh sistem riba, sangatlah rapuh, dan akan selalu mengorbankan rakyat banyak. Yang dilayani sepenuhnya adalah kepentingan para bankir.

Karena itu masyarakat harus mulai mengambil jalan sendiri, yakni mulai hijrah ke muamalah. Gunakan dinar dan dirham sebagai jalam pembukanya. Kurangi berhubungan dengan bank.