Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ancam Negaranya Keluar PBB

376

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, telah mengancam bahwa negara itu bisa meninggalkan PBB, setelah PBB mendesak Filipina untuk berhenti mengeksekusi dan menghukum mati orang yang terkait dengan bisnis narkoba dan mengancam bahwa “aktor negara” bisa dihukum.

“Saya tidak ingin menghina Anda, tapi mungkin kita hanya harus memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB,” kata Rodrigo Dutertekepada wartawan, hari Minggu kemarin. “Mengapa kau harus mendengarkan hal bodoh ini?”

“Saya tidak peduli tentang mereka,” tambahnya. “Mereka adalah pihak yang mencampuri urusan orang. Anda tidak hanya keluar dan memberikan pernyataan busuk terhadap suatu negara.” Duterte menggunakan kata-kata yang sanagat sarkastik.

Menyebut PBB sebagai “tak berguna”, Duterte mengatakan Filipina bisa mengundang China, negara-negara Afrika dan negara-negara lain untuk membentuk badan internasional saingan. Ia pergi lebih jauh, membanting respon PBB untuk isu-isu global lainnya.

Kemarahan Duterte dipicu oleh peristiwa setelah pelapor khusus PBB mengenai eksekusi, Agnes Callamard, mendesak Filipina untuk menghentikan eksekusi dan pembunuhan di luar hukum dan mengatakan “aktor-aktor negara” bisa dihukum untuk “pembunuhan ilegal.”

Duterte

Sebagaimana diketahui., belakangan ini telah adasekitar 900 orang dibunuh oleh penyerang tak dikenal sejak Mei, ketika Duterte terpilih, dan 665 lainnya tewas di tangan pasukan keamanan. Suatu aksi semacam Petrus (Pembunuh Misterius) di Indonesia beberapa puluh tahun lalu.

Duterte telah tegas membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa polisi hanya menembak untuk membela diri, sambil ia mengecam PBB, sebagai pihakyang turut campur. Duterte memang sangat vocal, bahkan terhadap Amerika Serikat, yang secara tradisional menjadi sekutu Filipina, bahkan kasar. Pada bulan Agustus, ia bahkan menyebut duta besar AS di negaranya sebagai “gay” dan “bajingan.”