Prospek Penerapan Blockchain dalam Muamalat

2209

Teknologi blockchain masih asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Karenanya penting bagi masyarakat Indonesia untuk mulai mempelajari dan memahaminya. Blockchain merupakan platform yang merupakan suatu buku besar yang terdisentralisasi dan sangat transparan. Masyarakat umumnya baru mengerti blockchain terkait dengan cryptocurreny, seperti bitcoin dan sejenisnya, yang justru merupakan produk terburuk dari teknologi blockchain.

Shayk Umar Vadillo dalam bukunya Muamalat Pengganti Sistem Riba (diterbitkan oleh Pustaka Adina), menuliskan beberapa pokok pikirannya. Inilah yang penulis sampaikan dalam seminar yang diadakan oleh Asosiasi Perusahaan Konsultan Telematika Indonesia (APekti), Rabu 24 April 2019. Beberapa pemikiran tersebut adalah sebagai berikut:

Perekonomian Madinah tidak membayangkan keberadaan uang kertas atau bank. Riba, monopoli dan perpajakan yang tidak adil adalah terlarang. Berikut ini adalah bagaimana Blockchain dapat membantu perkembangan Perekonomian Madinah:

  • Kontrak bersifat publik, berdasarkan hukum  diperlukan setidaknya ada dua orang saksi, semakin banyak semakin baik. Sifat keterbukaan publik dari blockchain sudah jelas bukan lagi jadi
  • Dalam Islam, uang adalah komoditas, yaitu aset nyata. Cryptovalues ​​harus didasarkan pada aset. Itu membuat cryptocurrency yang saat ini digunakan sebagai alat pembayaran adalah tidak sah. Uang yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya, dalam Islam, adalah koin emas dan perak: dinar dan dirham. Blockchain Islam akan mengoperasikan dinar dan dirham.
  • Keuangan Islam tidak berdasarkan kepada jaminan tetapi reputasi. Reputasi sulit ditangani di Internet, tetapi teknologi blockchain adalah sarana yang sempurna untuk membuatnya. Reputasi Anda dalam komunitas Muslim diberikan oleh rekan-rekan Anda di kota Anda, yaitu orang-orang yang mengenal Anda dan mengetahui aktivitas Anda. Di Madinah reputasi tidak diberikan hanya secara lisan, tetapi diungkapkan dengan saling menjamin satu sama lain. Dengan demikian kelompok diciptakan melalui anggota yang berbagi aset dan kewajiban. Semua orang saling menjamin satu sama lain. Persaudaraan ini disebut gilda. Gilda para pedagang di Madinah disebut kafilah. Rasulullah, shalallahu alaihi wa sallam, pun adalah seorang anggota kafilah dagang.
  • Karavan dan gilda dapat dibuat dalam teknologi blockchain dan berkontribusi pada kebangkitan kembali keuangan Islami sejati yang mandiri terlepas dari perbankan.
  • Pasar dapat beroperasi dalam teknologi blockchain yang memvalidasi tidak hanya kepemilikan barang, tetapi juga penguasaannya. Pasar-pasar Islam akan beroperasi secara real-time di tempat-tempat yang para peserta miliki, dan  dengan penguasaan barang  yang mereka jual, sesuai dengan Hukum Islam.
  • Secara keseluruhan teknologi blockchain bisa menjadi teknologi sempurna untuk mengintegrasikan ekonomi Madinah dengan dunia digital.