Rais Abu Bakr Rieger: “Penerapan Muamalah adalah Inti Komitmen Kita”

1421

Di tengah perhelatan Moussem Shaykh Abdalqadir as Sufi di Cape Town pertangahan Oktober 2018 lalu berlangsung pertemuan para amir komunitas Muslim di berbagai negeri, dipimpin oleh Rais Abu Bakr Rieger, dari Jerman.  Hadir dalam peretemuan itu para amir dari Indonesia, Jerman, Granada, Sevilla, Cape Town, Atlanta, Italia, dan Norwich.

Banyak hal dibahas dalam pertemuan tahunan ini. Di antaranya adalah komitmen seluruh jamaah Muslim untuk menegakkan dienul Islam di tempat masing-masing jamaah berada.

Dalam satu butir komunike yang ditulis oleh Rais Abu Bakr Rieger, ditegaskan bahwa penegakan muamalat merupakan inti dan sentral dari komitmen jamaah muslim di bawah kepemimpinanya. Dia juga menyatakan bahwa peran dan kontribusi Shaykh Umar Vadillo sangatlah penting.

“Kegiatan-kegiatan nyata di lapangan sangat penting menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Secara ringkas muamalah ada lima pilarnya:

  1. Pencetakan dan pengedaran dinar emas dan dirham perak
  2. Penyelnggaraaan pasar rakyat tanpa sewa, terbuka, tanpa pemilikan pribadi, tanpa pajak dan tanpa riba.
  3. Karavan pedagang
  4. Paguyuban produksi
  5. Kontrak qirad dan syirkat

Di Indonesia kegiatan penerpan muamalah berlangsung terutama di empat tempat: Depok, Medan, Tanjung Pinang dan Ketapang.  Kegiatan ini dapat dipantau melalui www.wakalaindukbintan.com.