Hadapi Bankir, Rakyat India Hidupkan Kembali Barter

382

Hanya beberapa hari setelah  para bankir menyatakan uang 500 dan 1000 rupee tidak berlaku sebagian rakyat di India, terutama di desa-desa, kembali menghidupkan transaksi barter. Ini gara-gara uang tunai menjadi sulit, setelah dua satuan mata uang itu dinyatakan tidak laku. Sementara di pedesaan kartu-kartu pintar, kartu debit, apalagi kartu kredit, tidak lazim dipakai.

Barter di India

Di Desa Khulia, di negara bagian Orissa, penduduk saling bertukar komoditi, dan tidak lagi menggunakan uang kertas. Beras, madu, kulit, dipertukarkan secara suka rela, dengan sayur-mayur dan rempah-rempah. Initerjadi di pasar pekanan yang digelar di desa itu.

Satu satu kilogram kentang, kembang kol dan tomat, ditukar untuk setengah liter madu. Itu adalah kesepakatan  bersama. Pada saat normal, madu berharga  120 rupee di pasar  dan sayuran 70 rupee.

Beras, yang berlimpah setelah panen musim gugur, telah menjadi media umum pertukaran. Beras untuk lentil, beras untuk kentang, beras untuk minyak goreng, beras untuk garam.

Demikianlah fitrah manusia. Allah SWT telah menyatakan haram mengambil harta orang lain kecuali dengan perdagangan yang rela sama rela (antarodin  minkum). Dan alat tukar haruslah memiliki nilai, tidak seperti uang fiat (kertas atau digital) yang tak bernilai. Alat tukar juga haram dimonopoli oleh suatu pihak, seperti bank sentral.

Rakyat India telah kembali kepada fitrah, bermuamalah secara alamiah.