Rakyat Makin Susah, Brazil Dilanda Protes Nasional

656

Seluruh negeri Brazil ribut dan dilanda pemogokan massal. Rakyat serentak memprotes kebijakan pengencangan ikat pinggang, karena rakyat sudah semakin susah dan menderita. Ini adalah pemogokan umum terbesar dalam beberapa dekade, dengan demonstrasi dilaporkan di 26 negara bagian dan dilakukan  oleh guru, sopir bus, penyedia layanan kesehatan, pekerja industri minyak dan pegawai negeri.

Sementara para pejabat dan politisi pada korupsi, sambil terus  menekankan perlunya pemotongan tunjangan dan layanan publik.  Banyak bukti berkembang, para politisi mendapat keuntungan dari pemberian suap ilegal atas kontrak proyek-proyek. Delapan menteri kabinet, belum lama,  telah terlibat korupsi dengan dua perusahaan terbesar di negara itu, Petrobras dan Odebrecht.

Akibat aksi mogok itu,  para siswa diminta untuk tetap tinggal di rumah dan terjadi bentrokan antara pemrotes dan polisi di bandara Santos Dumont. Di São Paulo bentrokan lebih keras, dengan penutupan banyak jalur bus dan bentrokan sengit di jalan menuju bandara Congonhas.

“Ini akan menjadi pemogokan terbesar dalam sejarah Brasil,” kata Paulo Pereira da Silva, presiden kelompok serikat pekerja Força Sindical.

Nara Pavão, seorang profesor di departemen ilmu politik di Universitas Federal Pernambuco, mengatakan bahwa ini akan menjadi mobilisasi terbesar sejak 1996. Dia melihat ini sebagai tanda adanya krisis representasi karena para pemilih merasa dikhianati oleh politisi.

Politisi, di mana-mana, tidak mengabdi kepada rakyat, tapi kepada para bankir yang menggaji mereka. Rakyat hanya ketiban dipajaki, dan membayar utang-utang berbunga kepada para bankir, dan menanggung segala beban akibatnya.