Rakyat Zimbabwe Disodori Uang (Surat Utang) Baru, Ditopang Utang Baru

1312

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahsa ini agaknya cocok bagi rakyat Zimbabwe hari ini. Setelah bertahun-tahun terakhir ini tidak memiliki mata uang sendiri, dan menggunakan dolar AS, kita mulai kekurangan pasokan dolar AS.

Para bankir pun berupaya menciptakan alat tukar baru, dan telah memperkenalkan mata uang nasional untuk pertama kalinya sejak 2009 dalam upaya untuk mengatasi kekurangan dolar AS di negeri  tersebut.

Mata uang baru ini diterbitkan oleh perusahaan swasta,  Reserve Bank of Zimbabwe,  dan  disebut sebagai  “Catatan Hutang” atau ‘bond notes”,  dipatok setara dengan dolar AS dan didukung oleh fasilitas obligasi  sebesar  200 juta dolar AS, oleh  Afreximbank.

Pada tahap awal  dicetak senilai  10 juta  dolar AS dalam satuan  dua dan lima dolar. Sementara peredaran dolar AS tetap berjalan.

duit Baru Zimbabwe

Begitulah selalu cara para bankir menciptakan harta dari ketiadaan. Alat tukar tak bernilai yang didukung oleh surat hutang. Dus hutang dijamin dengan hutang lainnya. Sementara untuk mendapatkannya rakyat harus menyerahkan segala harta nyata (emas, kayu, minyak, dsb) dan tenaga.

Beberapa analis menyebutkan potensi kekacauan yang akan timbul. Mereka menyebut inilah “perjudian terakhir” para pemimpin Zimbabwe.

Harap diingat negara ini mulai menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama sejak  tujuh tahun lalu setelah runtuhnya dolar Zimbabwe dengan hiperinflasi  sebesar 500 miliar persen!

Para pedagang kini mulai menerima matauang baru tersebut, namun menyatakan akan segera berhenti jika ia kehilangan nilai.