APBN 2017, Saudi Arabia Tekor 198 Miliar Riyal. Utang Capai 316,5 Milyar Riyal

1090

Saudi Arabia masih tergopoh-gopoh dengan perekonominya.

Meski tidak seburuk tahun 2016 ini, Kerajaan Saudi Arabia masih memperoyeksikan anggaran belanjanya di 2017 mengalami tekor. Jumlahnya 198 miliar riyal atau 7.7% dari GDP-nya.  Tahun lalu tekornya jauh lebih besar, 297 milar riyal.  Tahun 2017 nanti  menurun 33% lebih rendah. Ini utamanya karena harga minyak yang masih rendah sejak 2.5 tahun lalu.

Untuk menggenjot pendapatan, Saudi Arabia telah melakukan berbagai hal, termasuk menaikkan biaya visa umrah dan haji, mengurangi subsidi dan gaji pegawai negeri, serta menaikkan denda-denda. Tahun 2017 pajak akan diperluas pada rokok, berbahgai jenis minuman ringan, bahkan boleh jadi akan mengenakan sejumlah biaya bagi penduduk warga asing.  Selain itu beberapa pemotongan anggaran akan kembali dilakukan. Termasuk anggaran untuk pertahanan dan militer, yang banyak tersedot dalam konflik di wilayah Timur Tengah, sebesar 51 milyar dolar AS untuk 2017.

saudiriyals

Dan, tentu saja, sumber utama menutupi tekornya anngaran adalah dengan cara berhutang. Saudi Arabia akan menambah hutang dengan menjual obligasi. Sampai saat ini jumlah utang dari penjualan olbigasi yang dilakukan Saudi Arabia telah mencapai 67 milyar dolar AS. Ini angka yang sangat besar, melebihi Argentina yang telah bangkrut sebelumnya.

Secara keseluruhan utang pemerintah Saudi Arabia hari ini adalah 316.5 miliar Riyal, 213.4 riyal di antaranya hutang domestik. Jumlah cicilannya saja mencapai 5.4 milyar riyal pada 2016, dan akan naik menjadi 9.3 milyar riyal pada 2017.

Demikianlah, siapa pun yang terlibat dengan sistem riba, hanya akan menuai masalah. Semoga Pemerintah Saudi Arabia bisa semakin menjauhkan diri dari sistem Riba.