Krisis Berlanjut, Saudi Pangkas Anggaran Milyaran Dolar AS

540

Pemerintah Kerajaan Saudi telah memerintahkan kementerian dan organisasi pemrintah lainnya  untuk meninjau proyek-proyek, dihentikan atau dipangkas,  agar  lebih efisien. Inigara-gara harga minyakyang tak naik-naik. DUlu patokannya adalah  100 dolar AS per barel. Namun, karena harga saat ini berada di bawah $AS 55, segala sesuatu dirara mahal.

Biro Rasionalisasi Modal dan Pengeluaran Operasional di Riyadh sekarang tengah mengevaluasi proyek-proyek yang capaiannya  di bawah 25 persen selesai.

“Beberapa proyek akan ditender ulang, mencari mitra swasta,  mungkin melalui kontrak build-operate-transfer (BOT) ,” salah satu sumber yang mengetahui rencana tersebut mengarabkan kepaa Reuters.

“Proyek-proyek lain dapat ditangguhkan jika tidak memenuhi tujuan ekonomi saat ini,” kata sumber itu lagi.

Tahun lalu Arab Saudi telah memotong proyek infrastruktur tahun lalu. Pada bulan Februari, Menteri Keuangan Mohammed Al-Jadaan mengatakan penghematan dilakukan mencapai 80 miliar riyal (AS $ 21,33 miliar).

Dalam laporan bulan Januari 2017, Arab Saudi mungkin akan memangkas  setidaknya AS $ 13,3 miliar dalam proyek-proyek.

Prioritas yang lebih tinggi akan diberikan  untuk proyek-proyek sosial dan bisnis seperti air dan pembangkit listrik, sementara proyek-proyek mercu suar  seperti stadion olahraga, beberapa sistem transportasi, dan proyek nuklir kemungkinan akan dibatalkan.

Pada September tahun lalu, para pejabat Saudi membatalkan bonus dan mengurangi tunjangan untuk pegawai pemerintah dan untuk gaji menteri dipotong 20 persen.

 

Arab Saudi telah dipaksa uintuk meragamkan pendaptan APBNnya, dan tidak lagimengandalkan minyak. Pajak, denda, biaya visa, dan lain, lain dinaikkan, selain penghematan dan pemotongan anggaran di sana-sini.