Serentak, Pasar Muamalah di Medan dan Ketapang

585

Hari ini, Ahad 1 April 2018, kaum Mulsimin di Ketapang dan Medan secara bersamaan menyelenggarakan pasar terbuka, mengikuti sunnah Nabi SAW, yaitu tanpa sewa, tanpa pajak, dan tanpa riba. Kebebasan memilih alat tukar juga dijamin. Dinar emas dan Dirham perak berlaku.

Di Ketapang Pasar Muamalah berlangsung di halaman masjid al Falakh. Di Medan berlangsung di lapangan Belakang SD Az Zakiyah Islamic School Jl. Meteorologi No 3 Medan. Sunnah pasar memang di lapangan terbuka adanya. Tanpa sekat, tanpa kios-kios.

Di Ketapang Pasar Muamalah telah rutin diselenggarakan oleh Mangku Negeri Tanjungpura Darussalam. Di Medan diselenggarakan oleh Wazirat Medan. Keduanya menandai bahwa umat Islam telah kembali berjamaah,  dipimpin oleh ulil amri masing-masing, yang kemudian menjalankan sunnah-sunnah Nabi SAW yang telah lama hilang, seperti pencetakan Dinar dan Dirham, penarikan dan pembagian zakat dengan keduanya, serta penyelenggaraan muamalat.

Pola ini seyogyanya diteladani dan dicontoh oleh umat Islam di mana saja. Dengan demikian maka fardu kifayah dapat dilaksanakan. Tanpa berjamaah, tanpa Amr, fardu kifayah menjadi sangat terbatas dan tidak menyentuh kemaslahatan umat.  Pasar Muamalah hanyalah salah satu bagian saja dari fardu kifayah ini.  Selain di Ketapang dan Medan, pasar muamalah juga berlangsung rutin di Depok dan Tanjung Pinang, Kep Riau.