Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi: “Khilafah Harus Kembali ke Bumi Turki”

1164

Turki kembali menjadi perhatian dunia karena upaya gagal kudeta militer menjelang akhir pekan lalu.  Selain kalangan militer sendiri yang terbukti tidak solid, dan tidak seluruhnya mendukung kudeta, rakyat Turki masih mendukung pemerintahan sipil. Sosol Recep Tayyip Erdogan mampu menggerakkan dukungan rakyat untuk menolak kudeta.

Tetapi kudeta di Turki telah menjadi sesuatu yang “rutin”. Ini mengindikasikan ada yang ada tidak pernah tuntas. Saat ini boleh jadi secara ekonomi Turki menunjukkan kinerja bagus. Industri maju. Pendapatan rakyat meningkat pesat.  Tapi masih banyak masalah domestik maupun internasional yang terus menggelayuti bangsa Turki.

Bagaimana pun bangsa Turki adalah bangsa yang besar, pernah jaya selama ratusan tahun, yakni ketika dipimpin oleh para sultan di bawah syariat Islam. Daulah UItsmani, sampai sebelum runtuh akibat digerogoti oleh system riba, adalah kekuatan yang tak tertqandingi. Daulah Utsmani takpernah terkalahkan secara militer.

Karena itu, masa depan turki, ada pada masa lalunya, yakni kembali kepada model Sultaniyay, dengan syariat Islam sepenuhnya diterapkan. Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi, dalam kitabnya The return of the Khalifah (1996), bahkan menyatakan bahwa khilafah haruslah ditegakkan kembali di Turki.

“Khilafah harus kembali ke jantung bumi Islam Anatolia , utamanya karena Sultaniyya terhenti di sana oleh kudeta. Namun lebih tepatnya kudeta itu terjadi karena memang sudah saatnya terjadi dan saat itu sudah berlalu. Kudeta itu menciptakan masa peralihan dalam pemerintahan Utsmani, perpecahan singkat dalam pemerintahan Islam, kurang dari seratus tahun. “

Sampul Depan Kembalinya Khilafah

Dengan khilafah maka nasionalisme dan segala akibat buruknya dapat diakhiri. Di bawah Daulah Utsmani tata pemerintahan Islam sangat kosmopolitan. Tak ada persoalan kesukuan dan konflik ras. Maka, kembalinya khilafah bukan berarti pembelaan atas trah, atau dinasti tertentu.

“Bukanlah Garis Keluarga Aristokratik Utsman  yang dipermasalahkan, melainkan  kembalinya Sultaniyya ke jantung bumi Istanbul, inti politik Islam di muka bumi hari ini. Kota lain manakah  yang dapat membanggakan 1.200 masjid yang dari masjid-masjid itu adzan dikumandangkan lima kali sehari,” tambah Shaykh Abdalqadir as Sufi.

Buku The Return of the Khalifate sedang dalam proses untuk terbit dalam bahasa Indonesia (Pustaka Adina, 2016)  bahasa Inggris dengan judul (Madinah.  Analisis dan sudut pandang yang disajikan oleh ulama kelahiran Skotlandia ini sangatlah mencerahkan, masuk ke dalam jantung persoalan, karena membedahnya dengan kaca mata ekonomi politik. Pembaca bukan cuma mendapatkan gambaran yang sangat nyata akan sebab musabab kejatuhan Daulah Utsmani, tetapi juga panduan  dan jalan untuk kembalinya.