Singapura Bui Pemuda Ateis Peleceh Islam

267

Meski negara sekuler, Singapura telah berbuat tegas atas para peleceh agama. Pengadilan di Singapura, Kamis kemarin,  telah menghukum seorang blogger berusia 17 tahun, dibui enam minggu di penjara. Pemuda ini, Amos Yee, telah mengaku bersalah atas enam dakwaan “melukai perasaan keagamaan” dari kaum Muslim dan Kristen. Yee, yang akan memulai hukumannya pada 13 Oktober.

Amos Yee, yang dikenal sebagai seroang ateis,  juga diperintahkan pada hari Kamis kemarin untuk membayar denda Sin $ 1.400 pada dua tuduhan,  menentang perintah polisi untuk hadir  wawancara dan, sebaliknya, melarikan diri dari Singapura.

Amoos Yee

Ketua Majelis Hakim Ong Hian Sun mengatakan Yee telah “sengaja melakukan kejahatan” melalui sebuah foto dan dua video yang dia diunduh secara  online yang memiliki “kata ofensif, cabul,  dan menghina dan menyakiti perasaan umat Kristen dan Muslim”. Namun, tidak dikemukakan, persinya bunyi kata-kata ofensif, cabul,  dan menghina yang dimaksud.

Hakim, mengatakan tindakan Yee bisa “menghasilkan kerusuhan sosial”. Amos Yee akhirnya menyatakan: “Saya sangat menyesal”.

Proses peradilan atas Yee dihadiri oleh pejabat dari Dewan HAM PBB dan Uni Eropa, dan diawasi ketat oleh kelompok-kelompok hak asasi. Demikian dilaporklan oleh www.aljazeerah.com.