Situs Muslim Terpopuler di China Ditutup Rezim Beijing

430

Salah satu komunitas online Muslim  paling populer di China telah ditutup setelah memposting petisi yang meminta Presiden China Xi Jinping untuk menghentikan  “penindasan brutal”  para aktivis.  Para mahasiswa yang menulis petisi  itu Rabu kemarin  mereka menuntut dalam surat terbuka untuk pembebasan segera para aktivis yang masih ditahan  oleh negara.

“Anda tidak bertanggung jawab atas semua kejahatan dari sistem totaliter, tetapi sebagai kepala sebuah istem totaliter dan komandan-puncak  dari represi, Anda harus mengambil tanggung jawab untuk darah dan air mata yang kini mengalir,” kata surat itu kepada Presiden Xi, yang berkuasa  sejak tahun 2012.

Yi Sulaiman Gu, seorang mahasiswa Muslim yang belajar di Amerika Serikat di Universitas Georgia, mengatakan situs Zhongmu Wang – atau 2muslim.com – ditutup setelah  memposting surat yang sebelumnya dibahas di forum yang sebelumnya diselenggarakan untuk  diskusi  isu-isu sensitive seperti penganiayaan pembangkang Muslim.

“Kami yakin akan aman untuk Zhongmu  mem-posting  surat itu di sana,” kata Gu.

Tapi surat itu mendapat perhatian ketika screenshot dari nya diposting ulang ke situs web lain dan tersebar luas melalui  Twitter. Situs dianggap  terbukti mendukung situs separatis di provinsi Xinjiang yang bergolak di China.

Kekerasan di Xinjiang – tanah air dari 10 juta  Muslim taat China dari etnis  Uighur yang minoritas – telah menewaskan ratusan orang, dengan Beijing menghubungkannya sebagai  “ekstremisme Islam” dan adanya pengaruh asing.

situs-china-muslim

“Pemerintah China sangat tidak ramah kepada umat Islam di China, terutama umat Islam di Xinjiang,” kata Anthony Chang, co-penulis surat menyelesaikan yang gelar sarjana di Universitas Queensland di Australia.  Dan sejak tahun 2003, 2muslim.com   itu telah  berfungsi sebagai “jaringan online Muslim untuk berbagi banyak hal  tentang  Islam”.

Dan kini, atas kezaliman rezim Beijing, situs Muslim itu ditutup. Setiap kali dibuka hanya tertulis: “Sedang Dalam Perbaikan”. Minoritas Muslim di berbagai negeri nampaknya memang  terus dizalimi.