Studi Banding, Antara Kampung 99 dan Imarah Tembeling

659

Selama lebih dari tiga pekan sejak mendarat di Indonesia, 4 Maret 16 lalu, Haji Abdalhalim Orr, bersama tim dari Kesulatanan Bintan Darul Masyhur intensif melakukan persiapan perancangan Lahan Wakaf  Imarah Tembeling. Berbagai riset, pengukuran, dan studi banding dilakukan di berbagai tempat. Mulai dari Pulau Penyengat, di lokasi Tembeling sendiri, di Taman Mini Indonesia Indah, Taman Plataran, Eko-Village, Rumah Kermaik Widayanto, Kampung Betawi Situ Babakan, dan Kampung 99.  Di berbagai kawasan inilah inspirasi terus digali.

di TMII

Banyak hal telah dipalajari tim KBDM. Selain harus memperhatikan kualitas bangunan dan kawasan yang prima, segala detil keindahan dan kenyamanan, banyak aspek penting lain yang harus dipersiapkan. Antara lain disiplin, ketekunan, dan kepemimpinan. Untuk itu langkah pertama, selain berbagai riset dan survey,  adalah –pengukuran topografi secara cermat.

“Kami, sejak  awal sampai hari ini, secara konsisten terus menanam pohon, minimal 10 batang/hari,” ujar salah satu pemandu di Kampung 99. Ya, menanam pohon setiap hari! Di Kampung 99 kehidupan juga ditata penuh dengan solidaritas dan tanggung jawab bersama.

Topo Grafi Kontur Tembeling

Adapun Wakaf Imarah Tembeling jauh lebih luas fungsi dan makanya dari semua kawasan yang telah disebutkan. Sebab di sinilah dienul Islam hendak diterapkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Imarah bukanlah sebuah pemilikan atau proyek pribadi. DI situlah kaum Muslimin akan hidup bersama, di bawah kepemimpinan amir dan sultan, menjalankan muamalah dan ibadah.

Segera setelah Haji Abdalhalim Orr kembali ke Inggris, proses  perancangan akan segera  dimulai.