Sudah Beredar, Buku “Melucuti Politisi”

634

Buku terbaru penerbit Pusataka Adina, Melucuti Politisi, terjemahan Karya Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi, beredar sudah. Harganya murah, hanya Rp 35.000 atau 0.5 Dirham.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Pengkhianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara.”

Atas pernyataan Rasul SAW itu seorang Shabat bertanya: “Siapa itu Ruwaibidhah?’

Nabi SAW menjawab, “Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak.

Ya, mereka adalah orang dungu yang mengurusi kepentingan umum, menjadi para pejabat, dan politisi yang menduduki posisi-posisi publik, sebagai anggota DPR dan DPRD,  aparat penegak hukum, majelis-majelis tinggi negara, dan sebagainya.

 

Shaykh Abdalqadir dalam buku ini juga menyebutkan para politisi tak lebih hanyalah para kasim yang dikebiri. Bukan dikebiri secara fisik, melainkan dikebiri secara psikis, hingga kehilangan jati diri dan integritas berpolitik, dan hanya mengabdi kepada tuan-tuan besar cukongnya.  “Saat ini para bankir menyadari bahwa para politisi bahkan semakin patuh melebihi yang mereka bayangkan. Di saat para politisi menunjukkan kesangatpatuhan mereka dengan menyelamatkan keruntuhan sistem keuangan – para bankir menyerbu.”

Dan kita lihat, setiap kali  para politisi dengan sangat patuh terus mengambil utang berbunga guna membiayai diri mereka, dan segala proyek-proyek, yang juga hanya menguntungkan kaum pemodal, dan terus memajaki rakyatnya sendiri, demi memenuhi kewajiban mereka kepada para bankir.

Para politisi tidak peduli rakyat. Mereka hanya peduli tuannya, dan diri sendiri.  Itu sebabnya mereka harus dilucuti! Dan demokrasi, mesin yang melahirkan kaum Ruwaibidhah ini, harus direparasi.