Telah Ditarik Zakat Mal 26 Dinar 20.5 Dirham

609

Zakat bukan sedekah biasa. Zakat adalah Rukun Islam yang tanpanya berarti tidak ada Islam. Zakat dan salat adalah pasangan. Tak ada arti salat tanpa zakat, tak ada arti zakat tanpa salat. Sungguh penting kmat Islam  kembali menegakkan rukun zakat yang selama sekitar 1 abad ini telah runtuh.

Rukun zakat yang roboh adalah:

 (1) zakat hanya ditarik oleh seorang amir atau sultan atau petugas yang ditunjuknya, ini memastikan Muslim kembali berjamaah dan amar Islam ditegakkan.

 (2) hanya sah dibayar dengan dinar emas atau dirham perak, ini memastikan harta riil terdistribusi rata. Tidak ditimbun dan dimiliki oleh para bankir semata. Sementara rakyat hanya diberikan secarik kertas tak bernilai nyata.

Beberapa hari lalu, Selasa 14 Juni 2016,  telah ditarik zakat sebanyak 26 dinar emas dan 20.5 dirham perak dari Bp Bambang Popon untuk nanti dibagikan kepada mustahik. Zakat harus dibagikan secara tunai. Tidak boleh dibuat kegiatan ini dan itu, mesku ditujukan buat faqir miskin. Zakat bukan (hanya) buat fakir miskin. Ada delapan golongan yang berhak menerima uang zakat.

Kembali tegaknya rukun zakat adalah sebuah revolusi sosial. Jalan untuk mentransfornasikan umat Islam dari penindasan sistem riba bernama negara fiskal ini.

zakat popon

Karenanya kaum  Muslim perlu menyadari hal tersebut dan  bersama-sama  kembali mulai hidup dalam amar Islam. Melalui penegakan rukun zakat ini.

Semoga  Allah SWT memberkahi Pak Bambang Popon dan hartanya dan langkahnya menegakkan sunnah ini. Aamiin.