Tesco Bank Diretas, Ribuan Nasabah Kehilangan Uang

612

Tesco Bank, sebuah  bank komersial di Inggris,  menghentikan sementara transaksi online setelah ribuan nasabahnya kehilangan uang dari rekening mereka karena diretas. Ini peristiwa sama dengan yang dialami nasabah BRI baru-baru ini, hanya dalam jumlah yang jauh lebih masif.

Kepala eksekutif Bank Tesco, Benny Higgins, mengatakan pada hari Senin lalu keputusan itu merupakan upaya untuk melindungi pelanggan. Menurutnya, sekitar 40.000 rekening  mengalami  transaksi mencurigakan selama akhir pekan, yang ia sebut sebagai “kegiatan kriminal online.” Sekitar 20.000 rekening mengalami hal ini.

Tesco-bank

Dia menambahkan pelanggan masih akan dapat menggunakan kartu mereka untuk penarikan tunai dan menggunakan perbankan online, tetapi tidak akan dapat melakukan transaksi online sampai situasi kembali terkendali.

Tesco Bank memiliki lebih dari tujuh juta rekening nasabah dan 4.000 staf yang berbasis di Edinburgh, Glasgow dan Newcastle.

Selama akhir pekan nasabah mulai melaporkan uang menghilang dari rekening mereka, beberapa pemegang kehilangan sampai £ 700. “Saya buka akun saya pagi ini dan  menemukan saldo tinggal  2 poundtserling!” ujar seorang nasabah.

Total uang yang raib selama beberapa hari itu mencapai 2.5 juta poundsterling. Untungnya pihak bank mau bertanggung jawab dan menggantinya setidkanya kepada 9000 nasabah.

Kasus ini sekarang tengah ditangani oleh Financial Conduct Authority dan Badan Kejahatan Nasional (NCA).

Kasus pembobolan bank dengan  meretas sistem kompuer  nampaknya makin marak, dan bisa terjadi di mana saja. Ini juga menunjukkan bahwa bank bukanlah tempat yang aman untuk menyimpan harta.  Juga kenunjukkan bahwa harta masyarakat yang disimpan di bank telah berubah sekadar menjadi impuls elektronik. Tidak ada lagi wujud nyatanya.

Bank adalah bagian dari sihir!