The Fed Segera Naikkan Suku Bunga. Ini Akibatnya Buat Indonesia.

435

Bank Sentral Amerika Serikat,  The Federal Reserve of America, yang merupakan perusahaan swasta pemegang momnopoli pencetakan dolar AS, menyatakan akan segera menaikkan suku bunganya. Ini tak lama setelah Donald Trump diketahui terpilih sebagai presiden AS. Janet Yellen, Gubernur The Fed, mengatakan akan menaikkan suku bunga menjadi antara 0.5-0.75%, dari rentang di bawah 0.5%.

Kenaikan suku bungan the Fed, tentu saja akan diikuti dengan kenaikan suku bunga bank-bank komersial. Ini akan berakibat menyimpan uang dolar AS di bank-bank setempat, menjadi kembali lebih menarik. Artinya akan terjadi gelombang dolar AS pulang kandang.  Dolar AS juga akan lebih menguat di9banding mata uang kertas lain, termasuk rupiah. Namun, di sisi lain, pembiayaan bagi kegiatan ekonomi dan konsumsi menjadi lebih mahal. Konsumsi yang di AS sangat mengandalkan kredit berbunga akan menurun.

Janet Yellen, Gubernur The Fed
Janet Yellen, Gubernur The Fed

Nah, apa implikasinya bagi kita di Indonesia?

Boleh  jadi akan terjadi capital flight, akibat dolar AS yang ditarik pulang. Lalu, rupiah akan kembali merosot daya belinya, yang berarti harga barang-barang impor akan naik.  Ekspor kita, meski agak diuntungkan dari segi menguatnya dolar AS, tapi karena konsumsi di AS akan menurun, juga akan menurun. Yang lebih berat adalah beban utang kita, baik swasta maupun pemerintah akan menjadi lebih berat, hanya gara-gara kurs dolar AS menguat dan naiknya suku bunga dalam dolar AS.

Nah, bagi pemerintah ya hanya ada satu cara memindahkan beban utang itu, kepada rakyat: pajak dan pajak.

Jadi? Memang harus ada solusi jangka panjang. Yakni perlahan tinggalkan dunia riba ini. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri. Jauhi bank. Kurangi uang kertas. Bertahap mulai gunakan dinar emas dan dirham perak.