Tinggalkan Dinar dan Dirham, Runtuhlah Turki Utsmani

449

Daulah Islam terakhir runtuh secara resmi pada  tahun 1924, tetapi proses pembusukannya dimulai sekitar lima puluh tahun sebelumnya. Daulah Utsmani tidak pernah dikalahkan secara militer, tapi dihancurkan  melalui jerat utang yang tak tertanggungkan.  Jebakan riba telah mengakhiri Daulah yang dimulai oleh Osman Ghazi 700 tahun sebelumnya.

Strategi kaum kapitalis dilakukan melalui dua mata pisau: pelaksanaan proyek-proyek nasional dan penyediaan kredit oleh perbankan, terutama sejak Sultan Mahmut (1808-1839) yang silau akan Eropa. Pada 1875 Sultan berikutnya, Abdalaziz, telah berada dalam posisi tersulit. Ia dipaksa memoratorium utangnya kepada perbankan sebesar 200 juta pound. Setahun kemudian, 1876, titik menentukan itu pun tiba: Istambul dinyatakan bangkrut, dan dipaksa membentuk ’Komisi Internasional’,  yang mewakili para pemodal asing untuk memastikan pembayaran utang-utang.

Belakangan, 1908, menjelang  jatuhnya Sultan  Abdulhamid II, karena manuver kekuatan nasionalis liberal Turki Muda,  ’Administration of Ottoman Public Debt’, kembali dibentuk.   Dalam enam belas tahun terakhir sampai kudeta oleh Kemal Attaturk, 1924, Daulah Utsmani dipimpin oleh sultan-sultan boneka, setelah dua tahun sebelumnya Kekhilafahan dipreteli dari Kesultanan, 1922. Jaringan para bankir dari Perancis, Inggris, Austria, Jerman, dan Swiss – dari keluarga-keluarga Rothschilds, Cassel,  Barings – ada di balik semua ini.

Membiarkan perbankan beroperasi, membiarkan  uang kertas dicetak, meninggalkan Dinar Dirham, terlibat dengan utang berbunga, dari situlah proses keruntuhan Islam terjadi. Berikut adalah sebuah sketsa ringkas yang sangat menyentuh, tetapi sangat inspiratif,  bagi kita untuk menegakkan Islam, sekali lagi, melalui penerapan kembali Dinar dan Dirham.

Riba yang haram adalah jalan runtuhnya Islam. Perdagangan  yang halal dengan dinar dan dirham adalah jalan kembalinya Islam. Berikut adalah tautan video sebuah skesta ringkas yang sangat mengena tentang kruntuhan Daulah Utsmani, penjaga syariat Islam terakhir.  Saksikan, renungkan, dan amalkan: