Inilah Tujuan Mencetak Dinar dan Dirham

910

Selepas Moussem Shaykh Dr Abdalqadir as-Sufi pada pertengahan Oktober 2010 lalu, Shaykh Abdalqadir kembali mengingatkan pentingnya segera melengkapi Dinar dan Dirham dengan fulus. Beliau mengatakan bahwa pencetakan koin-koin perak dalam satuan kecil, yakni nisfu Dirham dan khususnya daniq Dirham (mulai April 2010), tidaklah untuk menggantikan fulus. Bahkan ini sebuah kekeliruan. Dirham tidak untuk dipecah menjadi satuan daniq.

Di telinga penulis pun terngiang kembali petunjuk beliau setahun sebelumnya yang mengatakan bahwa: ”Dinar dan Dirham tanpa fulus hanyalah bentuk kapital lainnya. Dinar dan Dirham dengan fulus adalah politik!

Dalam pertemuan penulis dengan Shaykh Abdalqadir as Sufi, siang itu, beliau menegaskan, bahwa mencetak dan mengedarkan Dinar dan Dirham bukanlah tujuan kita. Memahami tujuan kita hanya sebatas mencetak dan mengedarkan Dinar dan Dirham sebagai pengembalian emas dan perak sebagai alat tukar adalah keliru. Sebab, alat tukar dalam syairat Islam tidak cuma dan tidak harus dengan Dinar dan Dirham.

Dinar dan Dirham bukan persoalan moneter atau ekonomi. Bahkan, ketika semua Muslim telah menggunakannya dalam transaksi sehari-hari, bahkan untuk membayar zakat mal sekalipun, tetapi cara melakukannya adalah seperti sekarang – diserahkan secara sukarela sebagai sedekah biasa- tujuan kita belum tercapai. Sebab tujuan kita adalah kembalinya Islam.

Shaykh Abdalqadir mendeskripsikannya: ”Sampai telah hadirnya seseorang yang diakui haknya dalam menarik zakat, membaginya kepada yang berhak sesuai syariat, dan masyarakat mendengar dan mentaatinya.” Dengan kata lain telah kembalinya Daulah Islam. Pada saat itu Syariat Islam kembali tegak, di tangan para ulil amri, sebagai pengganti dan penerus Rasul SAW.

Sebelum sampai ke sana, tentu saja, tatanan sosial dan politiknya harus direstorasi kembali. Pilar-pilar muamalat yang satu-persatu – Sultaniyya, pasar, baitulmal, wadiah, dinar dirham – sedang kita tegakkan, di tengah membusuknya sistem riba saat ini, bertujuan untuk menyiapkan kembalinya Islam pada saat sistem yang terus membusuk ini benar-benar telah runtuh. Dengan sendirinya semakin cepat dan luas kita mengamalkan kembali muamalat, akan semakin mempercepat pembusukan dan keruntuhan sistem riba ini. Semakin cepat sistem riba runtuh, semakin cepat keadilan dan kesejahteraan dapat kita tegakkan.

Tujuan kita menggunakan kembali Dinar emas, Dirham perak, dan fulus, tiada lain adalah untuk mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya SAW: meninggalkan riba, dengan segala perangkat sosial dan politiknya.

Ketika Kebenaran datang, Kebatilan akan musna.

Allah memberi petunjuk dan bimbingan-NYA kepada siapa pun yang IA kehendaki, DIA yang memiliki dan menjamin kemenangan dan kejayaan Islam. Allah Pemilik kekuasaan, dan memberikannya kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Dia mencabut kekuasan dari siapa pun yang Dia kehendaki, Dia muliakan siapa pun yang Dia kehendaki dan Dia hinakan siapa pun yang Dia kehendaki.

Wallahu Yu’ti Mulkahu Mayyasya’