Tumbuh Marak, Uang Lokal di Inggris

712

Di hadapan persoalan finansial yang terus mendera masyarakat di seluruh dunia, akibat berlakunya sistem riba dan monopoli uang fiat oleh bank sentral, tumbuh kesadaran dan keinginan untuk bebas darinya. Salah satu cara yang ditempuh adalah  inisiatif lokal dari masyarakat sendiri untukmenciptakan dan menggunakan alat tukar mandiri. Ini dikenal dengan istilah LETS (Local Exchange Trading System). Ini bisa berupa inisiatif masyarakat biasa atau sebuah pemerintahan kota.

Di Inggris LETS makin marak bermunculan. Di sana telah dikenal berbagai alat tukar lokal, antara lain: Bristol, Brixton, Totnes, Exeter, Kingston dan Lewes. Kini yang terbaru muncul mata uang Colu di kota Liverpool, yang akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Mata uang lokal ini berlaku dalam komunitas, untuk memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan kepada pound dari bank sentral Inggris.

brixton-pound

Belum juga diluncurkan, Colu telah menarik lebih dari 3000 pengguna di Kota Liverpool. Dalam sistem ini 1 Colu dipatok setara dengan 1 pound Inggris. Beberapa mata uang lokal, seperti Brixton, sudah berlaku cukup lama, sejak 2009. Mata uanhg lokal umumnya dikelola oleh organisasi-organisasi mandiri, berbasis keanggotaan di wilayah lokal masing-masing.

Seperti halnya uang fiat yanhg dimonopoli oleh bank sentral uang-uang lokal ini tumbuh dalam dua versi, kertas fisik, dan digital.

Namun demikian, penerapan LETS macam ini tidak mengubah wattk dasarnya, yakni alat tukar yang tidak bernilai riil. Karena itu tumbuhnya masyarakat yang menggunakan koin emas (seperti dinar) dan koin perak (seperti dirham) di Indonesia, dengan pasar-pasar muamalahnya, jauh lebih baik dan lebih kuat.

Harus diupayakan edukasi yang terus-menerus dan perluasan penggunaannya.  Inilah tugas setiap warga hari in. Kembali kepada mkata uang bernilai riil, koin emas dan koin perak, adalah yang terbaik.

colu-liverpool