Utang Dunia Lebihi 300 Persen GDP Global!

1334

Inilah bukti kehidupan yang tidak masuk akal.

Tingkat hutang global telah melonjak ke rekor baru, US $ 217 triliun, pada kuartal pertama tahun 2017 ini. Ini adalah 327 persen dari output ekonomi tahunan (GDP) dunia, sebagaimana dilaporkan oleh  Institute of International Finance (IIF).

Lonjakan hutang itu didorong oleh negara-negara berkembang, yang telah meningkatkan pinjaman sebesar US $ 3 triliun menjadi US $ 56 triliun. Jumlah ini mencapai 218 persen dari output ekonomi gabungan mereka, lima persen lebih besar dari tahun ke tahun.

Penyumbang terbesar adalah China dengan US $ 2 triliun. Pada bulan Juni, Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak Beijing untuk mengatasi hutangnya yang menggelembung, menggambarkannya sebagai hal yang sangat tinggi untuk sebuah ekonomi berkembang. Beberapa perkiraan mengatakan bahwa utang China mencapai 260 persen dari PDB-nya.

Perekonomian negara “maju”  telah mengurangi tingkat hutang sebesar US$ 2 triliun sepanjang tahun lalu. Namun, utang AS mendekati US $ 20 triliun, hampir 10 persen dari utang global.

“Utang yang meningkat dapat menciptakan badai untuk pertumbuhan jangka panjang dan akhirnya menimbulkan risiko untuk stabilitas keuangan,” kata laporan tersebut.

“Dalam beberapa kasus, penumpukan utang yang tajam ini sudah mulai menjadi hambatan pada profil kredit yang berdaulat, termasuk di negara-negara seperti China dan Kanada,” tambahnya.

Padahal, Amerika Serikat dan Uni Eropa dapat meningkatkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat, sehingga membuat peminjam lebih mahal untuk membayar kembali, laporan tersebut mencatat. Sebagian besar utang itu ada dalam dolar AS.

Pertanyannya adalah kalau negara-negara utang sebegitu besar, kepada siapakah utang itu? Jawabnya, tentu saja, kepada para bankir swasta. Tidak ini keganjilan? Negara, dengan tanggungan rakyatnya, berutang kepada segelintir bankir?

Ini adalah sistem riba, yang ganjil, tidak masuk akal, dan karnanya sudah pasti akan runtuh.