Utang Pemerintah RI Naik, dan Naik Lagi. Jadi Rp 3.362 Triliun.

535

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), memperlihatkan total utang Pemerintah Indonesia pada Mei 2016 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 3.323,36 triliun dari  posisi April 2016 sebesar Rp3.279,28 triliun. Angka ini naik sebesar Rp44,08 triliun.

Sebulan kemudian utang ini bukan turun, eh  malah naik lagi, menjadi  Rp 3.362,74 triliun di akhir Juni 2016. Itu naik Rp 39,38 triliun dibandingkan akhir Mei 2016, yaitu Rp 3.323,36 triliun. Padahal, dalam denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pusat di akhir Juni 2016 adalah US$ 255,14 miliar, turun dari posisi akhir Mei 2016 yang sebesar US$ 252,15 miliar.

Sedangkan lima tahun lalu, posisi 2011, utang Pemerintah RI “baru” Rp 1.808,95 triliun!       Tak berapa lama lagi, berlipat dua, kalau saat ini saja sudah di Rp 3.362 triliun.

Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai akhir Juni 2016, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.622,75 triliun, naik dari akhir Mei 2016 yang sebesar Rp 2.563,29 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 739,99 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 760,06 triliun.

Para politisi, yang kini duduk dalam apa yang disebut sebagai “pemerinbtah” itu, dan yang di luarnya, yang dijuluki anggota “Dewan Perwakilan Rakyat” bersama-sama bertangung jawab atas utang-utang itu. Bagaimana mereka membayarnya? Dengan cara memajaki rakyat lah. Sedang rakyat tak tahu-menahu atas utang tersebut. Yang paling menikmatinya ya juga para politisi itu.

Selain memajaki rakyat, utang dibayar dari hasil penjualan sumberdaya alam Indonesia, jual asset. Toh tidak pernah berkurang. Malah naik dan naik dan naik lagi!

Itulah akibat sistem riba yang terus-menerus dipertahankan. Bayar cicilan pun tidak dianggap sebagai cicilan pokok, sebagian besar melulu hanya dianggap sebagai bayar bunga. Padahal bunganya pun berbunga dan berbunga lagi.

Utang RI 2016