Giliran Venezuela, Duitnya Dikilo Karena Kehilangan Nilai

6244
 Rasul SAW telah menyatakan: “Akan datang suatu masa ketika semua yang kamu miliki tiada lagi berharga, kecuali Dinar emas dan Dirham perak.”  Di zaman ini, kita mengerti hadist tersebut, mengacu kepada hancurnya sistem uang kertas.Hampir 90% mata uang kertas yang pernah ada di dunia ini telah kehabisan nilainya. Yang terbaru: bolivar, mata uang dari Venezuela.

Inflasi di Venezuela saat ini diperkirakan mencapai 720 persen tahun ini. Bolivar sekarang bernilai hanya lima sen US dolar. Masyarakat  akhirnya mulai mengukur pembayaran dengan cara mengkilokan kertas-kertas bernama bolivar ini, dan  ktidak lagi menghitung tumpukan kertak tak seberapa bernilai tyersebut.

Dompet ukuran standar tidak lagi berguna di negara Amerika Selatan sini. Banyak orang harus menggunakan tas besar, kantong ikat pinggang , atau ransel, untuk membawa-bawa uang yang terus didera hiperinflasi.

venezuala-inflation

Pada tahun 2014, harga minyak dunia jungkir balik yang  menghancurkamn perekonomian Venezuela. Sementara para  bankir terus-menerus mencetak bolivar,   yang akhirnya tentu saja mendevaluasi mata uang itu  lebih lanjut, dan  harga-harga barang (seolah) melonjak. Harga rokok melomnjak drastis yang semul ahanya 250 bolivar kini mencapai 20.000 bolivar.

Itu semua akibat pengelabuan uang kertas. Secarik kertas, surat utang dari para bankir, yang sama sekali tak bernilai, yang harus ditukar oleh rakyat dengan tenaga dan barang miliknya.  Semakin banyak dicetak uang kertas, semakin miskinlah masyarakat.

Sesungguhnya nilai barang tidak pernah berubah. Nilai uang kertas lah yang terus merosot. Maka, alat tukar nterbnaik adalah koin emas dan koin perak, kini sudah mulai beredar kembali berbentuk dinar emas dan dirham perak.