“War on Teror” Habiskan 5 Triliun Dolar AS. Terorisme Justru Naik 6500 Persen.

326

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Dr Neta Crawford, profesor ilmu politik di Universitas Brown,  Amerika Serikat, belanja yang telah dikeluarkan oleh  Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Keamanan Dalam Negeri , Negarea-negara Baian, dan Lembaga Urusan Veteran,  sejak Peristiwa 9/11 (meledaknya Gedung kembar WTC), sampai saat ini telah mendelati   5 triliun dolar AS.

Sedangkan hutang  pemerintah AS saat ini adalah  $ 19.3 triliun dolar AS. Publi AS sendiri bertanaya-tanya bagaimana mungkuin 5 triliun dolar, artinya lebih dari 25% utang Pemerintah, hanya untuk program “War on Tterror”?

Apa pula yang telah dicapai dengan dana sebegitu besar?

Menurut sebuah survei  terorisme justru telah meningkat 6.500 persen sejak tahun 2002.  Pada tahun 2014,  dilaporkan bahwa 74 persen dari semua korban terkait teror terjadi di Irak, Nigeria, Afghanistan, Pakistan, atau Suriah. Seperti yang dinyatakan oleh Paulus Gottinger, reporter Reader Supported  News, di antara negara-negara itu , “hanya Nigeria tidak mengalami serangan udara  atau pendudukan militer  AS pada tahun itu.”
War-on-TerrorAS, berkedok War on Terror mencampuri urusan negara-negara itu. Dan kebanyakan terkait dengan sumber daya alam, khususnya minyak.

Nigeria adalah produsen minyak terbesar di Afrika.  Afghanistan jug amerupakan jalur utama pipa-pipa minyak di wilayah Asia  Tengah. Pakistan penting sebagai sekutu utama. Iraq, sangat jelas, adalah lumbung minyak lainnya.